Keras kepala, mau menang sendiri, egois, emosional.
Banyak sekali rasanya keburukan yang ada padamu, tapi entah mengapa kaulah adik lelaki yang sangat kumanjakan. Aku selalu berkeyakinan dan percaya, kelak kau pasti akan menjadi kebanggaan.
Dulu waktu kecil aku yang menjagamu saat kau rewel dan ketika mama sedang sibuk dengan urusan rumah. Aku yang kesana kemari menggendongmu, menenangkanmu dengan segala macam usahaku. Masih sangat kuingat bagaimana tangismu yang memekakkan telinga dan membuat jengkel, kalau bukan karena mandat dari mama agar mengasuhmu dulu selagi mama mencuci aku takkan sudi mengurusmu yg cengeng. Tapi tahu tidak, terlalu seringnya mama mengandalkan aku, rasa sayang ku terhadapmu semakin bertambah. Aku pun rela untuk membawa mu keluar bermain di taman dekat rumah daripada di rumah menonton acara tv kesukaanku. Kau paling suka naik sepeda roda tiga yg di dorong dari belakang itu. Kaki mu tak sampai mengayuhnya, jadi harus kudorong dari belakang biar bisa berjalan. Ingatkah tidak ya kamu, saat kau rewel lantas kuajak memutari kompleks asrama tapi tangismu tak jua reda. Pikirku saat itu kau mengantuk, tapi kalau kuajak pulang ke rumah kau akan mengganggu mama yang sedang berkutat dengan cucian dan memasak, lantas aku inisiatif membawamu ke langgar dekat rumah. Di tengah perjalanan ada mita, yg memang siang itu jadwal ku bermain dengannya di belakang langgar, langsung saja kuajak dia menemaniku. Aku tidurkan kamu di dalam langgar di bagian samping kanan dekat pintu keluar.
Nina bobo oh nina bobo, kalau tidak bobo digigit nyamuk. Berkali kali kulantunkan lagu itu sambil menepuk nepuk lembut pahamu, mita bertugas memegangi botol susu yg kau dot. Tak berlama lama kau pun terlelap. Hufh, akhirnya tertidur juga. Lega. Gaya tidurmu waktu itu aku masih ingat, dua tangan disamping seperti tanda menyerah, raut wajahmu begitu polos dan nampak kelelahan karena kebanyakan menangis, dasar cengeng gumamku.
Waktu kecil, kau paling tak suka difoto, tiap difoto pasti marah, kalau dipaksa terus nangis. Sekarang kau yang paling narsis, karena wajar saja kau merasa tampan, eits ini bukan pujian, jangan senang dulu.
Dari dulu sampai sekarang kau paling tidak bisa dibantah, pasti kalau ada maunya harus dipenuhi, amarah mu sangat dominan, bapak dan mama pun tak bisa membujukmu, menurut mereka orang seperti mu harus dilawan dengan kelembutan bukan dengan amarah juga, makanya itu terlihat seperti kau yang selalu disayang dari yang saudara yang lain.
Masih ingat kejadian kau marah pada tetangga kita, mba mella, kau tidak suka dengan candaan nya lantas kau mengangkat sapu dan kau ingin memukulnya di depan mamanya, ckcckkcckk, berandal sekali tingkahmu yang itu, tak pernah padahal orang tua kita mengajari begitu
Kau memang sangat menjengkelkan, tapi ketika mood mu sedang baik, kaulah penghibur terhandal di keluarga kita. Cerita cerita yg biasa bisa jadi luar biasa dan terdengar sangat menarik dari mulutmu. Tak henti hentinya aku dan mama terbahak bahak pada ceritamu yg sebenarnya garing, tapi entah mengapa kau mampu menghidupkan kelucuan juga bahagia, walau hanya sejenak. Kalau kau sedang good mood orang yang paling berbahagia mendapatkannya adalah mama. Yah, mama. Mama begitu gampang tertawa lepas melihatmu melucu, mama begitu gampang tersenyum ketika kau mulai bermanja dengannya. Dan mama jugalah orang yang paling bersedih dan sangat tersiksa ketika bad mood mu datang. Kau bisa seenaknya membentak, memaki, bermuka sangat sinis, bahkan kau bisa ringan tangan. Aku sangat sangat membenci sifatmu yang itu.
Kau sangat tidak cocok dengan kakak perempuan kita. Karena aku tahu watak kalian sama sama keras. Jika memukul balas memukul, jika memaki balas memaki. Tetap saja ujung ujungnya kalian berdua lari dan mengadu padaku. Seharusnya yang lebih muda bisa menghormati dan menghargai yang lebih tua, begitupula dengan yang lebih tua, bisa lebih menyayangi dan bersabar menghadapi yang lebih muda.
Semarah marahnya aku, tetap saja aku takkan pernah tega meninggalkanmu berjalan semaunya kamu tanpa arahan yang baik. Rasa sayangku melebihi yang kau tahu, dan aku tidak menuntutmu untuk tahu. Aku Cuma ingin kau menjadi pribadi yang baik yang pandai bersyukur, yang berhasil membangun kehidupanmu dengan kebaikan. Kaulah pelindung keluarga kita, karena kau anak lelaki pertama, karena kau harapan terbesar kebahagiaan orang tua kita. Aku selalu percaya dan akan terus percaya, bahwa kelak kau akan tunjukkan bahwa kau mampu menjadi kebanggan kami. Orang yang tidak akan pernah mundur mendukung kebaikanmu adalah aku, mba dewi milikmu.
Sepertinya aku memang telah ditakdirkan untuk menjadi penjagamu.
(Source: iwilltrustinyou, via sayingimages)
[video]
They say you can never love a person whom you have never seen. I just smile and said: “I haven’t seen My prophet Muhammad S.A.W but i love him dearly
(Source: roadtojannah-1, via cinderellawin)
[video]
dikatakan :
۞ Surah Al-Fatihah dapat memadam kemurkaan Allah SWT.
۞ Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.
۞ Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.
۞ Surah Al-Waqi’ah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.
۞ Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur.
۞ Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan.
۞ Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.
۞ Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.
۞ Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.
۞ Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit was-was.
Seterusnya, bagi menangani Syaitan Durjana, dikatakan juga:-
۞ Ketika anda membawa AL-QURAN, respon syaitan ialah biasa saja, tengok je…
۞ Ketika anda membukanya, syaitan mula curiga.
۞ Ketika anda membacanya,syaitan mula gelisah.
۞ Ketika anda memahaminya, dia mula kejang.
۞ Ketika anda mengamalkan AL-QURAN, dalam kehidupan setiap hari, dia stroke….
Teruskan membaca AL-QURAN dan mengamalkannya agar syaitan terus stroke.
۞ Ketika anda ingin menyebarkan pesanan ini, syaitan pun mencegahnya..
۞ Syaitan kata, ” JANGAN SEBARKANNYA, KERANA IA TIDAK PENTING LANGSUNG
(via cinderellawin)
(via biancaatju)
(via campshadowblood)
(via biancaatju)
growing old with you, will you?
(Source: celebritiesandmovies, via biancaatju)
“No one is as lucky as us”
(Source: imissyourmusk, via iloveparawhores)
[video]
[video]
(via tangerine-tobacco)